Postingan

Penjelasan Gempa Yang Terjadi di Banten Dan Sukabumi Apakah Berkaitan? Berikut Penjelasannya

Jakarta - Setelah heboh pada Jumat (14/1/2022) gempa mengguncang wilayah Banten. Hari ini pada pukul 07.25 WIB, gempa mengguncang wilayah Sukabumi dengan kekuatan M 5,4. Lalu, apakah kedua gempa ini berkaitan? Menjawab pertanyaan itu, Gayatri Indah Marliyani, pakar Tektonik Aktif Geologi Gempa Bumi dari Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) UGM angkat bicara. Gayatri menjelaskan bahwa kedua gempa yang terjadi pekan ini di sekitar Banten dan Sukabumi tidak berkaitan. "Gempa pagi ini lokasinya cukup juah dari lokasi gempa Banten beberapa hari lalu,"kata Gayatri kepada wartawan, Senin (17/1/2022). Untuk diketahui, berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan episenter gempa bumi ini terletak pada koordinat 7,55 ° LS; 105,83 ° BT. Lokasi tepatnya berada di laut pada jarak 100 kilometres arah Barat Daya Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 42 km. Sedangkan gempa bumi tektonik yang mengguncang Bant...

Berikut Penjelasan Ilmuwan Mengenai Pluto Yang Akan Kembali Menjadi Planet

Jakarta - Pluto adalah salah satu planet kerdil (dwarf planet) yang sebelumnya dikeluarkan dari sistem Tata Surya yang mengelilingi matahari, pada tahun 2006. Kenapa Pluto tidak dianggap planet? Pertanyaan ini terus menggelitik para ilmuwan yang kemudian terus berupaya untuk meriset, benarkah demikian. Baru-baru ini, sekelompok ilmuwan ingin mengklasifikasikan kembali Pluto sebagai planet di Tata Surya. Hal tersebut akhirnya menjadi kontroversi karena banyak ilmuwan yang menyetujui keputusan ini. Melansir NBC Information, Kamis (30/12/2021) Pluto pernah dianggap sebagai planet kesembilan tetapi International Astronomical Union (IAU) memutuskan sebuah planet harus berbentuk bulat seperti bola, mengorbit matahari dan secara gravitasi 'membersihkan' orbitnya dari objek lain. Sedangkan Pluto hanya memenuhi dua kriteria world, maka statusnya word play here diturunkan. Hal inilah yang menyebabkan kenapa Pluto tidak dianggap planet. Sejak saat itu, banyak protes dilayangka...

Polda Metro Jaya Periksa Manajer Tempat Hiburan Malam yang Langgar Prokes

Jakarta -  Penyidik Polda Metro Jaya memeriksa seorang manajer tempat hiburan malam yang dirazia polisi akhir pekan kemarin. Dia diperiksa sebab tempat hiburan yang dikelolanya menyalahi aturan protokol kesehatan (prokes). "Penertiban beberapa tempat hiburan dalam rangka prokes yang Polda Metro Jaya lakukan hari libur kemarin dan kami lakukan pemeriksaan terhadap manajer," kata Kabid Humas Polda City Jaya Kombes Pol Endra Zulpan kepada wartawan, Senin (20/12). Selain pemeriksaan terhadap manajer tempat hiburan malam tersebut, petugas keamanan yang berjaga juga sempat diamankan polisi. Dia diperiksa karena berusaha menghalangi petugas saat akan melakukan razia di tempat kerjanya. "Ada penghalangan oleh safety and security, jadi security diamankan polisi kami minta keterangan mereka," tambah Zulpan. Tempat hiburan malam tersebut diduga melanggar protokol kesehatan. Salah satunya tidak menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi kepada para pengunjung. "Saat di...

HRW Melaporkan Adanya Pelanggaran HAM yang di Sebabkan Oleh Kelompok Pemberontak Tigray di Ethiopia yang Membunuh Puluhan Warga Sipil

Tigray -  Pemberontak Tigray yang melawan pasukan pemerintah Ethiopia mengeksekusi puluhan warga sipil di dunia kota yang mereka kuasai pada Agustus dan September, menurut Human rights Watch (HRW) dalam sebuah laporan pada Jumat, menambah daftar dugaan pelanggaran yang dilakukan pasukan tersebut sejak perang dipil di Ethiopia mulai 14 bulan lalu. HRW menyampaikan, para pemberontak itu mengeksekusi 49 orang di desa Chenna dan kota Kobo di wilayah Amhara antara 31 Agustus dan 9 September. Laporan menemukan, di Chenna, dalam rentang lima hari, pemberontak Tigray membunuh 26 warga sipil dalam 15 kesempatan sebelum meninggalkan desa itu pada 4 September. Mereka yang dibunuh termasuk petani, kakek nenek dan penduduk yang menolak menyembelih hewan ternak mereka untuk para pemberontak. Dikutip dari The New york city Times, Senin (13/12), penduduk juga mengatakan kepada HRW mereka dipaksa tinggal di rumah mereka bersama pasukan Tigray,  bahkan ketika pemberontak menembak dan menerima ...

Varian Omicron Lebih Mudah Menular tapi Mungkin Tak Menimbulkan Sakit Lebih Parah

Jakarta -  Presiden Afrika Selatan menyampaikan pada Senin, infection Covid-19 menyebar lebih cepat daripada sebelumnya di Afrika Selatan, tapi ada indikasi awal Omicon dapat menyebabkan yang kurang parah dibandingkan varian lainnya. Para peneliti di kompleks rumah sakit utama di Pretoria melaporkan, tingkat keparahan pasien mereka jauh lebih rendah dibanding pasien yang mereka rawat sebelumnya, dan rumah sakit lainnya juga melihat tren yang sama. Faktanya, kata mereka, sebagian besar pasien Covid mereka dirawat karena alasan lain dan tidak memiliki gejala Covid. Namun para ilmuwan memperingatkan, varian Omicron baru ditemukan bulan lalu, dan lebih banyak penelitian dibutuhkan sebelum menyampaikan banyak hal tentang varian ini dengan penuh percaya diri. Terlepas dari itu, dampak sebenarnya infection corona tidak selalu dirasakan langsung, dengan rawat inap dan kematian sering tertinggal jauh di belakang wabah awal. Ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Bloomberg Universi...

Sebuah Laporan Ilmiah JIka Manusia Tidak Menyadari Matahari Menghilang, Berikut Selengkapnya

Jakarta - Sebuat riset ilmiah menyatakan manusia tak menyadari bahwa manusia dan semua penduduk bumi tak akan menyadari jika matahari menghilang. Laporan riset ini ternyata memicu kepanikan di kalangan netizen dan keprihatinan dan kecemasan tentang fenomena tersebut. Seperti dilansir dari Daily Star Kamis, (30/11/2021), laporan yang dirilis majalah New Scientist mengklaim bahwa jika Matahari menghilang, bumi akan mengapung dan 'melayang' di luar angkasa. Namun penduduk bumi diklaim tidak menghadapi kegelapan selama delapan menit, yang merupakan periode waktu yang dibutuhkan cahaya Matahari untuk mencapai bumi ini. Laporan tersebut memicu kekhawatiran bahwa manusia tidak akan menyadari hilangnya matahari selama periode waktu itu, sebaliknya bumi akan terus mengapung di luar angkasa. Bahkan selebriti media sosial dari Inggris, LittlestChicken, berbagi pandangannya tentang laporan yang menambah kekhawatiran publik. "Laporan tersebut mengklaim bahwa jika Matahar...

Usai Kelurakan Suara Gemuruh, Para Ahli Khawatirkan Letusan di Taman Yellowstone Setara 1.000 bom Atom Hiroshima

Jakarta -  Sekelompok ahli mengeluarkan peringatan tentang gunung berapi aktif di Taman Nasional Yellowstone, Amerika Serikat (AS) usai mengeluarkan suara gemuruh. Ahli khawatir letusan itu jadi bencana besar bagi manusia. Seperti dilansir dari Daily Celebrity Selasa (23/11/2021), menurut laporan yang ditayangkan dalam movie dokumenter di televisi Network 5, gunung berapi tersebut memiliki potensi kekuatan setara dengan 1.000 bom atom yang pernah diledakkan di Hiroshima. Hal ini juga diprediksi akan menghasilkan 'zona kehancuran' 10 juta kali lebih buruk daripada serangan 9/11/2021. Para ahli khawatir jika gunung berapi meletus, letusan besar akan menyebabkan kerusakan alam dalam sejarah peradaban contemporary. Jika meletus, abu yang dilepaskan akan menutupi sebagian besar AS termasuk kota-kota seperti Seattle dan New york city. Letusannya sendiri bahkan bisa mencapai degree tujuh negara bagian di AS. Badai abu vulkanik yang bersuhu hingga 400 derajat Celcius i...

Usai Meletus Selama 6 Bulan, Gunung Berapi di Islandia Berhenti Memuntahkan Lava? Berikut Selengkapnya

Jakarta - Setelah 6 bulan meletus Gunung Berapi Fagradalsfjall di barat daya Reykjavik, Islandia, mendadak berhenti memuntahkan lava. Gunung Fagradalsfjall pertama kali meletus pada 19 Maret 2021, setelah 800 tahun tidak meletus. Meskipun sejak 18 September 2021 Gunung Fagradalsfjall tidak sudah tidak memuntahkan lava, para ahli vulkanologi belum yakin letusannya telah berakhir. Letusan Gunung Fagradalsfjall merupakan yang terpanjang dalam kurun waktu 50 tahun di Islandia. "Ada kemungkinan titik yang cukup tersumbat untuk mulai mendingin, (sehingga) lava baru belum berhasil keluar. Begitulah seringnya letusan berakhir,"kata Sara Barsotti, Koordinator Bahaya Vulkanik di Kantor Meteorologi Islandia (IMO), kepada AFP, Jumat (19/11/2021). Selama dua bulan, seismograf tidak mencatat adanya getaran-getaran kecil yang terekam. Meskipun tidak ada semburan lava selama periode itu, kepulan asap masih mengepul dari kawah utama. "Ini hanya panas dan gas yang tersi...

Fenomena Hujan Meteor Leonids Kembali Terjadi Diperkirakan Pada Tangal 17 Atau 18 November Ini

Jakarta - Fenomena hujan meteor tahunan atau Leonids kembali terjadi pada November tahun ini dan diperkirakan puncaknya pada tanggal 17 atau 18. Namun, pada saat puncak hujan meteor, Bulan sedang pada fase purnama. Itu berarti Bulan berada di tengah siklus periodiknya, dengan sekitar 50 persen dari complete kecerahannya. Meskipun bukan kondisi optimal untuk melihat hujan meteor, tapi masih dapat melihat beberapa Leonids melesat melintasi langit. "Bulan purnama yang cerah akan keluar hampir sepanjang malam,"kata EarthSky. "Ini baru terbenam pada dini hari sebelum matahari terbit." Hujan meteor Leonids terakhir mencapai puncaknya pada 17 November 2020, menghasilkan 10 hingga 15 meteor per jam. Kemungkinan tahun ini jumlahnya akan berkurang karena bersamaan dengan Bulan Purnama. Hujan meteor mulai menghujani atmosfer Bumi dari 6 hingga 30 November dan puncaknya pada tanggal 17/18. Waktu terbaik untuk menyaksikan hujan meteor Leonids adalah setelah tengah...

PBB Perkirakan Tahun 2030 Beberapa Wilayah Pesisir Asia Termasuk Indonesia Akan Berdampak Tsunami Besar

Jakarta - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) perkirakan jelang tahun 2030, beberapa wilayah pesisir di Asia termasuk Indonesia akan terkena ancaman tsunami besar. Sehubungan dengan Hari Kesadaran Tsunami Sedunia 5 November 2021, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah membuat daftar bencana tsunami yang telah terjadi selama 100 tahun terakhir, penyebab dan dampaknya terhadap masyarakat, bahaya dan kematian selanjutnya. Menurut laporan Anadolu Firm Jumat (5/11/2021) menyatakan bahwa menerapkan kebijakan dan tindakan awal yang tepat dan tepat dapat membantu mencegah potensi bencana. PBB, yang mencantumkan tsunami sebagai salah satu bencana alam paling berbahaya, memperingatkan bahwa urbanisasi dan pariwisata harus dicegah di daerah rawan tsunami untuk menghindari risiko bagi publik. Sri Lanka, India, Indonesia, Thailand dan Jepang termasuk di antara negara-negara yang paling terkena dampak, menurut pernyataan itu. Data PBB dan that menunjukkan ...

Jika Saja Bumi Berhenti Berputar, Maka Apa Yang Akan Terjadi? Berikut Selengkapnya

Jakarta - Ketika bumi berhenti berputar, maka kita tidak akan pernah jatuh. Dengan air yang ada di kutub, maka kita bisa berjalan melewati khatulistiwa namun hal itu menjadi pemandangan yang mengerikan. Seperti dilansir dari Unilad dan The Brink, jika dunia benar-benar berhenti maka dengan cepat keadaan akan menjadi tidak ramah. Sebagian planet akan dihadapkan pada sinar matahari, sementara separuhnya lagi harus berhadapan dengan kondisi yang dingin. Area senja akan berubah menjadi lebih sempit antara bagian yang panas dan dingin. Namun zona senja ini pun akan merayap perlahan di sekitar earth sebagaimana bumi ini melakukan orbitnya. Untuk memudahkan dalam bekerja, anggap saja bahwa lautan tidak akan membeku di zona yang dingin begitu pula dengan di zona panas yang tidak akan menguap. Selama jutaan tahun, hal yang dipaksakan ini membuat bagian dunia di tengah menjadi lebih gemuk. Sehingga diameter dari ukuran bumi melewati khatulistiwa mencapai 21,4 km lebih dari ukura...

BMKG Mengingatkan Pada Warga Mewaspadai Dampak 2 Bibit Siklon Tropis Yang Terdeteksi

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi risiko dampak dua bibit siklon tropis yang terdeteksi hari ini. BMKG melalui Jakarta Cyclone Caution Center (TCWC) memantau dua bibit siklon tropis yang tumbuh di Belahan Bumi Utara (BBU) Indonesia, yaitu bibit siklon tropis 98W dan bibit siklon tropis 99W. "Bibit Siklon 98W dan 99W bergerak ke arah Utara-Barat Laut menjauhi wilayah Indonesia dan diprakirakan intensitas keduanya meningkat dalam 24 jam kedepan,"jelasnya. 1. Bibit siklon tropis 98W Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto MSi mengatakan, bibit siklon tropis 98W terdeteksi tumbuh di Samudera Pasifik Barat sebelah Timur Filipina tepatnya di 13.5 LU, 140.2 BT. Kecepatan angin maksimum bibit siklon yang satu ini diketahui mencapai 30 knots (54 km/jam) dan tekanan udara di pusatnya mencapai 1006 hPa. Sehingga, lanjut Guswanto, dalam 24 jam ke depan, bibit siklon 98W dapat memberikan dampak tid...

Tanggapan BMKG Terkait Kabar Hoaks Gelombang Panas Melanda Indonesia, Berikut Selengkapnya

Jakarta - Sebuah pesan berantai mengenai gelombang panas sedang melanda negara Indonesia kembali muncul. Disebutkan bahwa kini cuaca sangat panas, suhu pada siang hari bisa mencapai 40 derajat celcius dan masyarakat dianjurkan untuk menghindari minum es atau air dingin. Menanggapi isu yang beredar tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa itu adalah berita palsu atau tidak benar alias hoaks. BMKG pun menjelaskan penyebab sebenarnya dari suhu panas yang dialami Indonesia saat ini. Bukan gelombang panas Pelaksana tugas Deputi Bidang Klimatologi, Urip Haryoko mengatakan, kondisi suhu panas dan terik yang saat ini terjadi tidak bisa dikatakan sebagai gelombang panas. Gelombang panas umumnya terjadi berkaitan dengan berkembanganya pola cuaca sistem tekanan atmosfer tinggi di suatu lokasi secara persisten dalam beberapa hari. Dalam sistem tekanan tinggi tersebut, terjadi pergerakan udara dari atmosfer bagian atas menuju permukaan (subsidens...

Apa Itu Ozon? Dan Untuk Apa Kegunaannya Ozon Pada Lapisan Bumi? Berikut Penjelasannya

Jakarta - Ozon adalah gas yang terdiri dari tiga atom oksigen. Walaupun ozon hanya sebagian kecil dari atmosfer, ozon memiliki fungsi yang sangat penting bagi Bumi. Apa fungsi lapisan ozon di atmosfer? Fungsi lapisan ozon di atmosfer adalah untuk melindungi Bumi dari radiasi ultraviolet yang berasal dari Matahari. Jika lapisan ozon menipis, ini akan berbahaya untuk manusia. Radiasi ultraviolet berisiko menyebabkan kanker kulit dan mengganggu sistem imun manusia. Oleh karena itu penting untuk menjaga lapisan ozon agar tidak menipis dari atmosfer Bumi. Lokasi lapisan ozon di atmosfer Hampir 90 persen ozon berada di lapisan stratosfer. Lapisan stratosfer adalah lapisan atmosfer kedua dari Bumi. Lapisan ini berada di ketinggian 10 sampai 40 kilometer di atas permukaan Bumi. Pada lapisan ini, ozon yang menyerap radiasi ultraviolet akan terpecah dan menjadi dua molekul oksigen. Inilah yang menyebabkan atmosfer kita memiliki banyak oksigen. Molekul oksigen tersebut akan kembali ...

Apa Yang Dimaksud Dengan Fenomena Likuifaksi?

Jakarta - Pada tanggal 28 September 2018, terjadi bencana gempa bumi di Sulawesi Tengah yang memunculkan fenomena likuifaksi atau tanah bergerak. Akibat fenomena likuifaksi, tercatat ada ribuan rumah dengan luas ratusan hektar yang terkena dampaknya. Lantas, apa yang dimaksud dengan fenomena likuifaksi dan bagaimana proses terjadinya? Pengertian likuifaksi ilansir dari Institut Teknologi Bandung (ITB), ahli geologi dari Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB, Dr. Eng. Imam Achmad Sadisun, mengatakan bahwa likuifaksi adalah perubahan product yang padat (strong), dalam hal ini berupa endapan sedimen atau tanah sedimen, menjadi seperi cairan (fluid). Dr. Imam menjelaskan, fenomena likuifaksi sebenarnya hanya bisa terjadi pada tanah yang jenuh air (saturated). Air tersebut terdapat di antara pori-pori tanah dan membentuk yang disebut sebagai tekanan air pori. Dalam hal ini, tanah yang berpotensi mengalami likuifaksi umumnya tersusun dari material yang didominasi oleh uku...

Menjelajahi Gurun di Timur Yaman Dan Melakukan Ekspedisi di Sumur Neraka Penjara Para Jin

Jakarta - Untuk kali pertama, akhirnya tim penjelajah goa melakukan ekspedisi ke Sumur Neraka yang berada di Yaman timur. Tim penjelajah goa dari Oman menjadi orang-orang pertama yang melakukan ekspedisi ke Sumur Neraka misterius ini pada 15 September lalu. Disebut sebagai 'Well of Hell', adalah sebuah lubang yang sangat besar di bawah kawasan gurun yang tandus di Yaman. Dilansir dari BBC, Jumat (24/9/2021), Well of Heck atau Sumur Neraka di Yaman ini adalah sebuah keajaiban alam yang telah lama dijauhi oleh masyarakat setempat. Tempat ini dianggap mengerikan bagi masyarakat lokal di wilayah tersebut. Kengerian yang menyelimuti lubang besar ini bukan tanpa alasan. Sebab, Sumur Neraka memiliki lubang yang sangat besar dengan lebar sekitar 30 meter dan kedalaman hingga 112 meter. Selama berabad-abad, Sumur Neraka ini telah menjadi misteri bagi masyarakat Yaman, terutama mereka yang tinggal tak jauh dari lokasi lubang ini. Seperti dilansir South China Morning Blog P...

Mengetahui Apa Itu Badai Matahari? Kapan Dan Bagaimana Itu Terjadi?

Jakarta - Badai Matahari adalah lonjakan pelepasan energi Matahari melalui titik-titik tertentu akibat terjadinya gangguan magnetik seiring tidak seragamnya kecepatan rotasi bagian-bagian permukaan Matahari dan antara permukaan dengan indoor Matahari Ketidakseragaman ini menyebabkan garis-garis gaya magnetik Matahari bisa saling berbelit, terpuntir dan membentuk busur yang menjulur keluar dari fotosfera. Busur tersebut memerangkap plasma Matahari. Pada satu saat busur ini akan putus dan menghasilkan dua fenomena. 1. Fenomena flare Matahari Astronom amatir Indonesia, Marufin Sudibyo menjelaskan, fenomena yang pertama yang terjadi akibat busur memerangkap plasma Matahari adalah kilatan atau flare Matahari. Flare Matahari ini merupakan proses pelepasan energi yang bisa disetarakan dengan kilatan cahaya pada las busur listrik. 2. Pelepasan Massa Korona (PMK) Selanjutnya, untuk fenomena yang kedua adalah pelepasan massa korona (PMK). Marufin menjelaskan, PMK merupakan ke...

Malam Ini Akan Ada 3 Fenomena Dilangit, Berikut Selengkapnya

Jakarta - Mulai petang ini akan ada tiga fenomena sekaligus yang menghiasi langit malam Indonesia. Ketiga fenomena tersebut adalah puncak hujan meteor Perseid September, konjungsi Bulan dan Merkurius, Merkurius di titik tertinggi ketika senja. Berikut penjelasannya dan cata menyaksikannya. 1. Puncak hujan meteor Perseid September Perseid September adalah hujan meteor yang titik radian atau asal kemunculan meteornya terletak di konstelasi Perseus. Peneliti di Pusat Riset Sains Antariksa BRIN, Andi Pangerang mengatakan, puncak hujan meteor Perseid Spetember ini memiliki perbedaan yang jelas dibandingkan dengan Perseid Agustus. Perbedaannya dengan hujan meteor Perseid pada bulan Agustus silam adalah, Perseid September terbentuk dari sisa debu komet berperiode lama yang belum diketahui dan diduga mengorbit Matahari selama ribuan tahun dengan arah yang berlawanan, sedangkan Perseid berasal dari komet Swift-Tuttle. Diketahui bahwa hujan meteor ini pertama kali diamati oleh G...

Para Ahli Mengigatkan Jika Kenaikan Air Laut Lebih Ekstrem di Seluruh Dunia di Akhir Abad Ini

Jakarta - Para ahli dunia menyatakan, bahwa ada potensi kenaikan permukaan laut yang lebih ekstrem, yang akan semakin sering terjadi di akhir abad ini di seluruh dunia. Potensi risiko kenaikan permukaan laut yang lebih esktrem ini, akibat dari meningkatnya suhu bumi. Pada sebuah penelitian terbaru yang terbit dalam jurnal Nature Environment Modification edisi 30 Agustus 2021, memprediksikan bahwa akibat meningkatnya suhu bumi, kenaikan permukaan laut yang ekstrem di sepanjang garis pantai di seluruh dunia akan terjadi 100 kali lebih sering pada akhir abad ini. Hal itu diprediksi bakal terjadi di setengah dari 7.283 lokasi yang dijadikan penelitian. Kendati para peneliti mengatakan ada banyak ketidakpastian mengenai iklim di masa depan, hasil penelitian ini sangatlah mengkhawatirkan. Hal ini dikarenakan, pada awalnya naiknya permukaan laut ekstrem sebagai dampak dari kenaikan suhu bumi ini diprediksikan terjadi setiap 100 tahun sekali. Dan kini akan lebih sering terjadi, h...

Puncak Gunung Tertinggi di Swedia Makin Menyusut, Berikut Penjelasannya

Jakarta - Pengukuran baru dari para ilmuwan mengungkapkan bahwa Gunung Kebnekaise yang merupakan gunung tertinggi di Swedia mengalami pengerdilan dalam beberapa dekade terakhir ini. Pada tahun 1968, puncak Gunung Kebnekaise tercatat memiliki ketinggian 2.120 meter di atas permukaan laut (mdpl), kini tingginya jadi 2.094 mdpl. Dilansir dari Sciencealert, Seninn (23/8/2021), menyusutnya ketinggian Gunung Kebnekaise ini sudah diperkirakan oleh para ilmuwan sebelumnya. Ini terjadi karena pemanasan worldwide yang tidak juga berkurang. Para peneliti mengatakan puncak selatan Kebnekaise, yang lama terkenal sebagai titik tertinggi di Swedia, menyusut ke tingkat yang tidak terlihat dalam beberapa dekade. Puncak selatan gletser, yang disebut Sydtoppen, dulunya setinggi 2.120 mdpl dan terus mengalami penyusutan dalam beberapa dekade. Pada tahun 1996, puncak selatan mencapai ketinggian 2.118 mdpl dan terus turun menjadi 2.110 mdpl pada tahun 1998. Pada tahun 2011, kembali turun me...